Elegi Sebuah Kemenangan: Tentang Kefanaan Materi dan Absurditas Poin Spiritual
Gema takbir yang semalaman mengudara perlahan bakal luruh, dan akan menyisakan keheningan pagi lalu realitaslah …
Gema takbir yang semalaman mengudara perlahan bakal luruh, dan akan menyisakan keheningan pagi lalu realitaslah …
Pernahkah Antum memperhatikan logika syarat melamar kerja belakangan ini? Jika dituliskan dalam alur proses, bentuknya aka…
Mba Prilly Latuconsina sekalinya pasang status Open to Work , LinkedIn-nya langsung "nangkring" di featured snip…
Dulu, menjadi pro-player atau streamer sering dicap sebagai "hama" masa depan. Kalimat seperti "Ngapain m…
Saya tidak pernah peringkat satu. Bukan dari depan, bukan juga dari belakang. Saya selalu di tengah posisi yang dianggap tid…
Indonesia hari ini sedang mempertontonkan sebuah drama ironi yang pahit. Di satu sisi panggung, kita melihat jutaan anak m…
Ada kelelahan yang tidak selalu tampak di wajah lelaki yang baru saja pulang. Ia membawa beban yang tidak selalu berupa mas…
Pernahkah kamu merasa sudah memberikan segalanya, memberikan kualitas terbaik dalam sunyi, namun dunia seolah belum mau meno…
Coba tengok ke luar jendela. Di tikungan gang, di depan pagar rumah, hingga di trotoar jalan protokol. Apa yang Anda lihat…
Di kantor, makanan bukan sekadar penghalau lapar. Ia adalah bahasa isyarat. Sebuah kode morse yang dikirimkan oleh manajemen…
Ada perasaan yang tidak datang untuk dimenangkan. Ia hadir sekadar untuk dikenali, lalu belajar menepi dengan sendirinya. …
Di Indonesia, ada satu hukum tak tertulis yang lebih sakti daripada undang-undang ketenagakerjaan: aturan ajaib bahwa tena…
Dalam dunia kerja yang semakin kompetitif, kemampuan berbahasa Inggris bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan keteramp…
Jujur dulu, ketika jadi imers sampe sosok anomali pro yang bergerak di ranah Digital marketing Sea itu merasa kayak punya …